==========================
Berikut
ini adalah tulisan seorang wartawan yang meliput jajak pendapat di
Dili, Timor-timur. Tulisan berikut ini sungguh luar biasa, namun
sekaligus membuat dada sesak.
Ditulis oleh Kafil
Yamin, wartawan kantor berita The IPS Asia-Pacific, Bangkok, yang
dikirim ke Timor Timur pada tanggal 28 Agustus 1999 untuk meliput
‘Jajak Pendapat Timor-Timur’ yang diselenggarakan UNAMET [United
Nations Mission in East Timor], 30 Agustus 1999. Judul dari
tulisan ini adalah Menit-Menit yang Luput dari Catatan Sejarah
Indonesia.
===============================
====== MENIT-MENIT YANG LUPUT DARI CATATAN SEJARAH INDONESIA ======
........................................... Oleh: Kafil Yamin. ...............................................
Jajak
pendapat itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah referendum,
adalah buah dari berbagai tekanan internasioal kepada Indonesia yang
sudah timbul sejak keruntuhan Uni Soviet tahun 1989. Belakangan tekanan
itu makin menguat dan menyusahkan Indonesia. Ketika krisis moneter
menghantam negara-negara Asia Tenggara selama tahun 1997-1999, Indonesia
terkena. Guncangan ekonomi sedemikian hebat; berimbas pada stabilitas
politik; dan terjadilah jajak pendapat itu.
Kebangkrutan
ekonomi Indonesia dimanfaatkan oleh pihak Barat, melalui IMF dan Bank
Dunia, untuk menekan Indonesia supaya melepas Timor Timur. IMF dan Bank
Dunia bersedia membantu Indonesia lewat paket yang disebut bailout,
sebesar US$43 milyar, asal Indonesia melepas Timtim.
Apa
artinya ini? Artinya keputusan sudah dibuat sebelum jajak pendapat itu
dilaksanakan. Artinya bahwa jajak pendapat itu sekedar formalitas.
Namun meski itu formalitas, toh keadaan di kota Dili sejak menjelang
pelaksanan jajak pendapat itu sudah ramai nian. Panita jajak pendapat
didominasi bule Australia dan Portugis. Wartawan asing berdatangan.
Para pegiat LSM pemantau jajak pendapat, lokal dan asing, menyemarakkan
pula – untuk sebuah sandiwara besar. Hebat bukan?
Sekitar
Jam 1 siang, tanggal 28 Agustus 1999, saya mendarat di Dili. Matahari
mengangkang di tengah langit. Begitu menyimpan barang-barang di
penginapan [kalau tidak salah, nama penginapannya Dahlia, milik orang
Makassar], saya keliling kota Dili. Siapapun yang berada di sana ketika
itu, akan berkesimpulan sama dengan saya: kota Dili didominasi kaum
pro-integrasi. Mencari orang Timtim yang pro-kemerdekaan untuk saya
wawancarai, tak semudah mencari orang yang pro-integrasi.
Penasaran,
saya pun keluyuran keluar kota Dili, sampai ke Ainaro dan Liquica,
sekitar 60 km dari Dili. Kesannya sama: lebih banyak orang-orang
pro-integrasi. Di banyak tempat, banyak para pemuda-pemudi Timtim
mengenakan kaos bertuliskan Mahidi [Mati-Hidup Demi Integrasi],
Gadapaksi [Garda Muda Penegak Integrasi], BMP [Besi Merah Putih],
Aitarak [Duri].
Setelah
seharian berkeliling, saya berkesimpulan Timor Timur akan tetap bersama
Indonesia. Bukan hanya dalam potensi suara, tapi dalam hal budaya,
ekonomi, sosial, tidak mudah membayangkan Timor Timur bisa benar-benar
terpisah dari Indonesia. Semua orang Timtim kebanyakan berkomunikasi
dalam bahasa Indonesia. Para penyedia barang-barang kebutuhan di
pasar-pasar adalah orang Indonesia. Banyak pemuda-pemudi Timtim yang
belajar di sekolah dan universitas Indonesia, hampir semuanya dibiayai
pemerintah Indonesia. Guru-guru di sekolah-sekolah Timtim pun kebanyakan
orang Indonesia, demikian juga para petugas kesehatan, dokter, mantri.
Selepas
magrib, 28 Agustus 1999, setelah mandi dan makan, saya duduk di lobi
penginapan, minum kopi dan merokok. Tak lama kemudian, seorang lelaki
berusia 50an, tapi masih terlihat gagah, berambut gondrong, berbadan
atletis, berjalan ke arah tempat duduk saya; duduk dekat saya dan
mengeluarkan rokok. Rupanya ia pun hendak menikmati rokok dan kopi.
Mungkin karena dipersatukan oleh kedua barang beracun itu, kami cepat akrab. Dia menyapa duluan: “Dari mana?” sapanya.
“Dari Jakarta,” jawabku, sekalian menjelaskan bahwa saya wartawan, hendak meliput jajak pendapat.
Entah
kenapa, masing-masing kami cepat larut dalam obrolan. Dia tak ragu
mengungkapkan dirinya. Dia adalah mantan panglima pasukan
pro-integrasi, yang tak pernah surut semangatnya memerangi Fretilin
[organisasi pro-kemerdekaan], “karena bersama Portugis, mereka membantai
keluarga saya,” katanya. Suaranya dalam, dengan tekanan emosi yg
terkendali. Terkesan kuat dia lelaki matang yang telah banyak makan asam
garam kehidupan. Tebaran uban di rambut gondrongnya menguatkan kesan
kematangan itu.
“Panggil saja saya Laffae,” katanya.
“Itu nama Timor atau Portugis?” Saya penasaran.
“Timor. Itu julukan dari kawan maupun lawan. Artinya ‘buaya’,” jelasnya lagi.
Julukan
itu muncul karena sebagai komandan milisi, dia dan pasukannya sering
tak terdeteksi lawan. Setelah lawan merasa aman, tiba-tiba dia bisa
muncul di tengah pasukan lawannya dan melahap semua yang ada di situ.
Nah, menurut anak buah maupun musuhnya, keahlian seperti itu dimiliki
buaya.
Dia pun bercerita bahwa dia lebih banyak hidup di hutan,
tapi telah mendidik, melatih banyak orang dalam berpolitik dan
berorganisasi. “Banyak binaan saya yang sudah jadi pejabat,” katanya.
Dia pun menyebut sejumlah nama tokoh dan pejabat militer Indonesia yang
sering berhubungan dengannya.
Rupanya dia seorang tokoh. Memang,
dilihat dari tongkrongannya, tampak sekali dia seorang petempur senior.
Saya teringat tokoh pejuang Kuba, Che Guevara. Hanya saja ukuran
badannya lebih kecil.
“Kalau dengan Eurico Guterres? Sering berhubungan?” saya penasaran.
“Dia keponakan saya,” jawab Laffae. “Kalau ketemu, salam saja dari saya.”
Cukup
lama kami mengobrol. Dia menguasai betul sejarah dan politik Timtim
dan saya sangat menikmatinya. Obrolan usai karena kantuk kian
menyerang.
Orang ini menancapkan kesan kuat dalam diri saya. Sebagai
wartawan, saya telah bertemu, berbicara dengan banyak orang, dari
pedagang kaki lima sampai menteri, dari germo sampai kyai, kebanyakan
sudah lupa. Tapi orang ini, sampai sekarang, saya masih ingat jelas.
Sambil
berjalan menuju kamar, pikiran bertanya-tanya: kalau dia seorang
tokoh, kenapa saya tak pernah mendengar namanya dan melihatnya? Seperti
saya mengenal Eurico Gueterres, Taur Matan Ruak? Xanana Gusmao? Dan
lain-lain? Tapi sudahlah.
Pagi tanggal 29 Agustus 1999. Saya keluar
penginapan hendak memantau situasi. Hari itu saya harus kirim laporan ke
Bangkok. Namun sebelum keliling saya mencari rumah makan untuk
sarapan. Kebetulan lewat satu rumah makan yang cukup nyaman. Segera
saya masuk dan duduk. Eh, di meja sana saya melihat Laffae sedang
dikelilingi 4-5 orang, semuanya berseragam Pemda setempat. Saya tambah
yakin dia memang orang penting – tapi misterius.
Setelah
bubar, saya tanya Laffae siapa orang-orang itu. “Yang satu Bupati Los
Palos, yang satu Bupati Ainaro, yang dua lagi pejabat kejaksaan,”
katanya. “Mereka minta nasihat saya soal keadaan sekarang ini,”
tambahnya.
Kalau kita ketemu Laffae di jalan, kita akan melihatnya
‘bukan siapa-siapa’. Pakaiannya sangat sederhana. Rambutnya terurai tak
terurus. Dan kalau kita belum ‘masuk’, dia nampak pendiam.
Saya
lanjut keliling. Kota Dili makin semarak oleh kesibukan orang-orang
asing. Terlihat polisi dan tentara UNAMET berjaga-jaga di setiap sudut
kota. Saya pun mulai sibuk, sedikitnya ada tiga konferensi pers di
tempat yang berbeda. Belum lagi kejadian-kejadian tertentu. Seorang
teman wartawan dari majalah Tempo, Prabandari, selalu memberi tahu saya
peristiwa-peristiwa yang terjadi.
Dari berbagai peristiwa itu, yang
menonjol adalah laporan dan kejadian tentang kecurangan panitia
penyelenggara, yaitu UNAMET. Yang paling banyak dikeluhkan adalah bahwa
UNAMET hanya merekrut orang-orang pro-kemerdekaan di kepanitiaan.
Klaim ini terbukti. Saya mengunjungi hampir semua TPS terdekat, tidak
ada orang pro-integrasi yang dilibatkan.
Yang bikin suasana
panas di kota yang sudah panas itu adalah sikap polisi-polisi UNAMET
yang tidak mengizinkan pemantau dan pengawas dari kaum pro-integrasi,
bahkan untuk sekedar mendekat. Paling dekat dari jarak 200 meter. Tapi
pemantau-pemantau bule bisa masuk ke sektratriat. Bahkan ikut mengetik!
Di
sini saya perlu mengungkapkan ukuran mental orang-orang LSM dari
Indonesia, yang kebanyakan mendukung kemerdekaan Timtim karena didanai
asing. Mereka tak berani mendekat ke TPS dan sekretariat, baru ditunjuk
polisi UNAMET saja langsung mundur. Tapi kepada pejabat-pejabat
Indonesia mereka sangat galak: menuding, menuduh, menghujat. Berani
melawan polisi. Di hadapan polisi bule mereka mendadak jadi inlander
betulan.
Tambah kisruh adalah banyak orang-orang pro-integrasi
tak terdaftar sebagai pemilih. Dari 4 konferensi pers, 3 di antaranya
adalah tentang ungkapan soal ini. Bahkan anak-anak Mahidi mengangkut
segerombolan orang tua yang ditolak mendaftar pemilih karena dikenal
sebagai pendukung integrasi.
Saya pun harus mengungkapkan ukuran
mental wartawan-wartawan Indonesia di sini. Siang menjelang sore,
UNAMET menyelenggarakan konferensi pers di Dili tentang rencana
penyelenggaraan jajak pendapat besok. Saya tentu hadir. Lebih banyak
wartawan asing daripada wartawan Indonesia. Saya yakin
wartawan-wartawan Indonesia tahu kecurangan-kecurangan itu.
Saat
tanya jawab, tidak ada wartawan Indonesia mempertanyakan soal praktik
tidak fair itu. Bahkan sekedar bertanya pun tidak. Hanya saya yang
bertanya tentang itu. Jawabannya tidak jelas. Pertanyaan didominasi
wartawan-wartawan bule.
Tapi saya ingat betapa galaknya
wartawan-wartawan Indonesia kalau mewawancarai pejabat Indonesia
terkait dengan HAM atau praktik-praktik kecurangan. Hambatan bahasa
tidak bisa jadi alasan karena cukup banyak wartawan Indonesia yang bisa
bahasa Inggris. Saya kira sebab utamanya rendah diri, seperti sikap
para aktifis LSM lokal tadi.
Setelah konferensi pers usai,
sekitar 2 jam saya habiskan untuk menulis laporan. Isi utamanya tentang
praktik-praktik kecurangan itu. Selain wawancara, saya juga
melengkapinya dengan pemantauan langsung.
Kira-kira 2 jam setelah saya kirim, editor di Bangkok menelepon. Saya masih ingat persis dialognya:
“Kafil, we can’t run the story,” katanya.
“What do you mean? You send me here. I do the job, and you don’t run the story?” saya berreaksi.
“We can’t say the UNAMET is cheating…” katanya.
“That’s what I saw. That’s the fact. You want me to lie?” saya agak emosi.
“Do they [pro-integrasi] say all this thing because they know they are going to loose?”
“Well, that’s your interpretation. I’ll make it simple. I wrote what I had to and it’s up to you,”
“I think we still can run the story but we should change it.”
“ I leave it to you,” saya menutup pembicaraan.
Saya merasa tak nyaman. Namun saya kemudian bisa maklum karena teringat bahwa IPS Asia-Pacific itu antara lain didanai PBB.
***
Kira-kira
jam 5:30 sore, 29 Agustus 199, saya tiba di penginapan. Lagi-lagi,
Laffae sedang dikerumuni tokoh-tokoh pro-integrasi Timtim. Terlihat
Armindo Soares, Basilio Araujo, Hermenio da Costa, Nemecio Lopes de
Carvalho, nampaknya mereka sedang membicarakan berbagai kecurangan
UNAMET.
Makin malam, makin banyak orang berdatangan. Orang-orang
tua, orang-orang muda, tampaknya dari tempat jauh di luar kota Dili.
Kelihatan sekali mereka baru menempuh perjalanan jauh.
Seorang
perempuan muda, cukup manis, tampaknya aktifis organisasi, terlihat
sibuk mengatur rombongan itu. Saya tanya dia siapa orang-orang ini.
“Mereka
saya bawa ke sini karena di desanya tidak terdaftar,” katanya. “Mereka
mau saya ajak ke sini. Bahkan mereka sendiri ingin. Agar bisa memilih
di sini. Tidak ada yang membiayai. Demi merah putih,” jawabnya
bersemangat.
Saya tergetar mendengar bagian kalimat itu: “…demi merah putih.”
Mereka semua ngobrol sampai larut. Saya tak tahan. Masuk kamar. Tidur. Besok jajak pendapat.
Pagi 30 Agustus 1999.
Saya
keliling Dili ke tempat-tempat pemungutan suara. Di tiap TPS, para
pemilih antri berjajar. Saya bisa berdiri dekat dengan antrean-antrean
itu. Para ‘pemantau’ tak berani mendekat karena diusir polisi UNAMET.
Karena
dekat, saya bisa melihat dan mendengar bule-bule Australia yang
sepertinya sedang mengatur barisan padahal sedang kampanye kasar.
Kebetulan mereka bisa bahasa Indonesia: “Ingat, pilih kemerdekaan ya!”
teriak seorang cewek bule kepada sekelompok orang tua yang sedang antre.
Bule-bule yang lain juga melakukan hal yang sama.
Sejenak saya
heran dengan kelakuan mereka. Yang sering mengampanyekan kejujuran, hak
menentukan nasib sendiri. Munafik, pikir saya. Mereka cukup tak tahu
malu.
Setelah memantau 4-5 TPS saya segera mencari tempat
untuk menulis. Saya harus kirim laporan. Setelah mengirim laporan. Saya
manfaat waktu untuk rileks, mencari tempat yang nyaman, melonggarkan
otot. Toh kerja hari itu sudah selesai.
Sampailah saya di pantai
agak ke Timur, di mana patung Maria berdiri menghadap laut, seperti
sedang mendaulat ombak samudra. Patung itu bediri di puncak bukit.
Sangat besar. Dikelilingi taman dan bangunan indah. Untuk mencapai
patung itu, anda akan melewati trap tembok yang cukup landai dan lebar.
Sangat nyaman untuk jalan berombongan sekali pun. Sepanjang trap
didindingi bukit yang dilapisi batu pualam. Di setiap kira jarak 10
meter, di dinding terpajang relief dari tembaga tentang Yesus, Bunda
Maria, murid-murid Yesus, dengan ukiran yang sangat bermutu tinggi.
Patung dan semua fasilitasnya ini dibangun pemerintah Indonesia. Pasti dengan biaya sangat mahal. Ya, itulah biaya politik.
Tak terasa hari mulai redup. Saya harus pulang. Besok pengumuman hasil jajak pendapat.
Selepas magrib, 30 September 1999.
Kembali
saya menunaikan kewajiban yang diperintahkan oleh kebiasaan buruk:
merokok sambil minum kopi di lobi penginapan. Kali ini, Laffae
mendahului saya. Dia sudah duluan mengepulkan baris demi baris asap dari
hidung dan mulutnya. Kami ngobrol lagi.
Tapi kali ini saya
tidak leluasa. Karena banyak tamu yang menemui Laffae, kebanyakan
pentolan-pentolan milisi pro-integrasi. Ditambah penginapan kian sesak.
Beberapa pemantau nginap di situ. Ada juga polisi UNAMET perwakilan
dari Pakistan.
Ada seorang perempuan keluar kamar, melihat dengan
pandangan ‘meminta’ ke arah saya dan Laffae. Kami tidak mengerti
maksudnya. Baru tau setelah lelaki pendampingnya bilang dia tak kuat
asap rokok. Laffae lantas bilang ke orang itu kenapa dia jadi pemantau
kalau tak kuat asap rokok. Kami berdua terus melanjutkan kewajiban
dengan racun itu. Beberapa menit kemudian cewek itu pingsan dan dibawa
ke klinik terdekat.
Saya masuk kamar lebih cepat. Tidur.
Pagi, 4 September 1999.
Pengumuman
hasil jajak pendapat di hotel Turismo Dili. Bagi saya, hasilnya sangat
mengagetkan: 344.508 suara untuk kemerdekaan, 94.388 untuk integrasi,
atau 78,5persen berbanding 21,5persen.
Ketua panitia mengumumkan
hasil ini dengan penuh senyum, seakan baru dapat rezeki nomplok. Tak
banyak tanya jawab setelah itu. Saya pun segera berlari mencari tempat
untuk menulis laporan. Setelah selesai, saya balik ke penginapan.
Di
lobi, Laffae sedang menonton teve yang menyiarkan hasil jajak
pendapat. Sendirian. Saat saya mendekat, wajahnya berurai air mata.
“Tidak mungkin. Ini tidak mungkin. Mereka curang..” katanya tersedu.
Dia merangkul saya. Lelaki pejuang, tegar, matang ini mendadak luluh.
Saya tak punya kata apapun untuk menghiburnya. Lagi pula, mata saya
saya malah berkaca-kaca, terharu membayangkan apa yang dirasakan lelaki
ini. Perjuangan keras sepanjang hidupnya berakhir dengan kekalahan.
Saya
hanya bisa diam. Dan Laffae pun nampaknya tak mau kesedihannya
terlihat orang lain. Setelah beberapa jenak ia berhasil bersikap
normal.
“Kota Dili ini akan kosong..” katanya. Pelan tapi dalam. “Setelah kosong, UNAMET mau apa.”
Telepon
berbunyi, dari Prabandari Tempo. Dia memberi tahu semua wartawan
Indonesia segera dievakuasi pakai pesawat militer Hercules, karena akan
ada penyisiran terhadap semua wartawan Indonesia. Saya diminta segera
ke bandara saat itu juga. Kalau tidak, militer tidak bertanggung jawab.
Semua wartawan Indonesia sudah berkumpul di bandara, tinggal saya.
Hanya butuh lima menit bagi saya untuk memutuskan tidak ikut. “Saya
bertahan, nDari. Tinggalkan saja saya.”
Laffae menguping
pembicaraan. Dia menimpali: “Kenapa wartawan kesini kalau ada kejadian
malah lari?” katanya. Saya kira lebih benar dia mikirnya.
Saya
lantas keluar, melakukan berbagai wawancara, menghadiri konferensi pers,
kebanyakan tentang kemarahan atas kecurangan UNAMET. “Anggota Mahidi
saja ada 50 ribu; belum Gardapaksi, belum BMP, belum Halilintar, belum
masyarakat yang tak ikut organisasi,” kata Nemecio Lopez, komandan
milisi Mahidi.
Kembali ke penginapan sore, Laffae sedang
menghadapi tamu 4-5 orang pentolan pro-integrasi. Dia menengok ke arah
saya: “Kafil! Mari sini,” mengajak saya bergabung.
“Sebentar!” saya
bersemangat. Saya tak boleh lewatkan ini. Setelah menyimpan
barang-barang di kamar, mandi kilat. Saya bergabung. Di situ saya hanya
mendengarkan. Ya, hanya mendengarkan.
“Paling-paling kita bisa
siapkan seribuan orang,” kata ketua Armindo Soares, saya bertemu
dengannya berkali-kali selama peliputan.
“Saya perlu lima ribu,” kata Laffae.
“Ya, lima ribu baru cukup untuk mengguncangkan kota Dili,” katanya, sambil menengok ke arah saya.
“Kita akan usahakan,” kata Armindo.
Saya
belum bisa menangkap jelas pembicaraan mereka ketika seorang kawan
memberitahu ada konferensi pers di kediaman Gubernur Abilio Soares.
Saya segera siap-siap berangkat ke sana. Sekitar jam 7 malam, saya
sampai di rumah Gubernur. Rupanya ada perjamuan. Cukup banyak tamu.
Soares berbicara kepada wartawan tentang penolakannya terhadap hasil
jajak pendapat karena berbagai kecurangan yang tidak bisa dimaklumi.
Setelah
ikut makan enak, saya pulang ke penginapan sekitar jam 8:30 malam.
Sudah rindu bersantai dengan Laffae sambil ditemani nikotin dan kafein.
Tapi Laffae tidak ada. Anehnya, penginapan jadi agak sepi. Para
pemantau sudah check-out, juga polisi-polisi UNAMET dari Pakistan itu.
Tak banyak yang bisa dilakukan kecuali tidur.
Namun saat rebah,
kantuk susah datang karena terdengar suara-suara tembakan. Mula-mula
terdengar jauh. Tapi makin lama makin terdengar lebih dekat dan
frekuensi tembakannya lebih sering. Mungkin karena perut kenyang dan
badan capek, saya tertidur juga.
Tanggal 5 September pagi, sekitar jam 09:00,
saya
keluar penginapan. Kota Dili jauh lebi lengang. Hanya terlihat
kendaran-kendaraan UNAMET melintas di jalan. Tak ada lagi kendaraan
umum. Tapi saya harus keluar. Apa boleh buat – jalan kaki. Makin jauh
berjalan makin sepi, tapi tembakan nyaris terdengar dari segala arah.
Sesiang ini, Dili sudah mencekam.
Tidak ada warung atau toko buka.
Perut sudah menagih keras. Apa boleh buat saya berjalan menuju hotel
Turismo, hanya di hotel besar ada makanan. Tapi segera setelah itu saya
kembali ke penginapan. Tidak banyak yang bisa dikerjakan hari itu.
Selepas
magrib 5 Setember 1999. Saya sendirian di penginapan. Lapar. Tidak ada
makanan. Dili sudah seratus persen mencekam. Bunyi tembakan tak
henti-henti. Terdorong rasa lapar yang sangat, saya keluar penginapan.
Selain
mencekam. Gelap pula. Hanya di tempat-tempat tertentu lampu menyala.
Baru kira-kira 20 meter berjalan, gelegar tembakan dari arah kanan.
Berhenti. Jalan lagi. Tembakan lagi dari arah kiri. Tiap berhenti ada
tarikan dua arah dari dalam diri: kembali atau terus. Entah kenapa,
saya selalu memilih terus, karena untuk balik sudah terlanjur jauh.
Saya berjalan sendirian; dalam gelap; ditaburi bunyi tembakan. Hati
dipenuhi adonan tiga unsur: lapar, takut, dan perjuangan menundukkan
rasa takut. Lagi pula, saya tak tau ke arah mana saya berjalan.
Kepalang basah, pokoknya jalan terus.
Sekitar jam 11 malam,
tanpa disengaja, kaki sampai di pelabuhan Dili. Lumayan terang oleh
lampu pelabuhan. Segera rasa takut hilang karena di sana banyak sekali
orang. Mereka duduk, bergeletak di atas aspal atau tanah pelabuhan.
Rupanya, mereka hendak mengungsi via kapal laut.
Banyak di antara
mereka yang sedang makan nasi bungkus bersama. Dalam suasa begini,
malu dan segan saya buang ke tengah laut. Saya minta makan! “Ikut makan
ya?” kata saya kepada serombongan keluarga yang sedang makan bersama.
“Silahkan bang!.. silahkan!..” si bapak tampak senang. Tunggu apa lagi,
segera saya ambil nasinya, sambar ikannya. Cepat sekali saya makan.
Kenyang sudah, sehingga ada tenaga untuk kurang ajar lebih jauh:
sekalian minta rokok ke bapak itu. Dikasih juga.
Sekitar jam 3 malam saya berhasil kembali ke penginapan.
Pagi
menjelang siang, tanggal 6 September 1999. Saya hanya duduk di lobi
penginapan karena tidak ada kendaraan. Tidak ada warung dan toko yang
buka. Yang ada hanya tembakan tak henti-henti. Dili tak berpenghuni –
kecuali para petugas UNAMET. Nyaris semua penduduk Dili mengungsi,
sebagian via kapal, sebagian via darat ke Atambua. Orang-orang
pro-kemerdekaan berlarian diserang kaum pro-integrasi. Markas dan
sekretariat dibakar. Darah tumpah lagi entah untuk keberapa kalinya.
Sekarang,
saya jadi teringat kata-kata Laffae sehabis menyaksikan pengumuman
hasil jajak pedapat kemarin: “Dili ini akan kosong..”
Saya pun
teringat kata-kata dia: “Saya perlu lima ribu orang untuk mengguncang
kota Dili..” Ya, sekarang saya berkesimpulan ini aksi dia. Aksi pejuang
pro-integrasi yang merasa kehilangan masa depan. Ya, hanya saya yang
tahu siapa tokoh utama aksi bumi hangus ini, sementara teve-teve hanya
memberitakan penyerangan mililis pro-integrasi terhadap kaum
pro-kemerdekaan.
Tentu, orang-orang pro-integrasi pun mengungsi.
Laffae dan pasukannya ingin semua orang Timtim bernasib sama: kalau ada
satu pihak yang tak mendapat tempat di bumi Loro Sae, maka semua orang
timtim harus keluar dari sana. Itu pernah diucapkannya kepada saya.
Inilah
hasil langsung jajak pendapat yang dipaksakan harus dimenangkan. Hukum
perhubungan antar manusia saat itu sepasti hukum kimia: tindakan
lancung dan curang pasti berbuah bencana.
***
Saya harus
pulang, karena tidak banyak yang bisa dilihat dan ditemui. Untung masih
ada omprengan yang mau mengantara ke bandara. Sekitar jam 11 pagi saya
sampai di pelabuhan udara Komoro. Keadaan di bandara sedang darurat.
Semua orang panik. Semua orang ingin mendapat tiket dan tempat duduk
pada jam penerbangan yang sama. Karena hura-hara sudah mendekati
bandara. Lagi pula penerbangan jam itu adalah yang satu-satunya dan
terakhir.
Bule-bule yang biasanya tertib kini saling sikut,
saling dorong sampai ke depan komputer penjaga kounter. Ada bule yang
stres saking tegangnya sampai-sampai minta rokok kepada saya yg berdiri
di belakang tenang-tenang saja. Beginilah nikmatnya jadi orang beriman.
Banyak
yang tidak kebagian tiket. Entah kenapa saya lancar-lancar saja. Masuk
ke ruangan tunggu, di situ sudah ada Eurico Gutteres. Saya hampiri
dia, saya bilang saya banyak bicara dengan Laffae dan dia menyampaikan
salam untuknya. Eurico memandang saya agak lama, pasti karena saya
menyebut nama Laffae itu.
Sore, 7 Novembe3, 1999,
saya mendarat di Jakarta.
Penduduk
Timtim mengungsi ke Atambua, NTT. Sungguh tidak mudah mereka
mengungsi. Polisi UNAMET berusaha mencegah setiap bentuk pengungsian ke
luar Dili. Namun hanya sedikit yang bisa mereka tahan di Dili.
Di
kamp-kamp pengungsian Atambua, keadaan sungguh memiriskan hati.
Orang-orang tua duduk mecakung; anak-anak muda gelisah ditelikung rasa
takut; sebagian digerayangi rasa marah dan dendam; anak-anak diliputi
kecemasan. Mereka adalah yang memilih hidup bersama Indonesia. Dan
pilihan itu mengharuskan mereka terpisah dari keluarga.
Pemerintah
negara yang mereka pilih sebagai tumpuan hidup, jauh dari menyantuni
mereka. Kaum milisi pro-integrasi dikejar-kejar tuntutan hukum atas
‘kejahatan terhadap kemanusiaan’, dan Indonesia, boro-boro membela
mereka, malah ikut mengejar-ngejar orang Timtim yang memilih merah
putih itu. Eurico Guterres dan Abilio Soares diadili dan dihukum di
negara yang dicintai dan dibelanya.
Jendral-jendral yang dulu
menikmati kekuasaan di Timtim, sekarang pada sembunyi. Tak ada yang
punya cukup nyali untuk bersikap tegas, misalnya: “Kami melindungi
rakyat Timtim yang memilih bergabung dengan Indonesia.” Padahal, mereka
yang selalu mengajarkan berkorban untuk negara; menjadi tumbal untuk
kehormatan pertiwi, dengan nyawa sekalipun.
Sementara itu, para pengungsi ditelantarkan. Tak ada solidaritas kebangsaan yang ditunjukkan pemerintah dan militer Indonesia.
Inilah
tragedi kemanusiaan. Melihat begini, jargon-jargon negara-negara
Barat, media asing, tentang ‘self determination’, tak lebih dari
sekedar ironi pahit. Sikap negara-negara Barat dan para aktifis
kemanusiaan internasional yang merasa memperjuangkan rakyat Timtim jadi
terlihat absurd. Sebab waktu telah membuktikan bahwa yang mereka
perjuangkan tak lebih tak kurang adalah sumberdaya alam Timtim, terutama
minyak bumi, yang kini mereka hisap habis-habisan.
Pernah Laffae
menelepon saya dari Jakarta, kira-kira 3 bulan setelah malapetaka itu.
Ketika itu saya tinggal di Bandung. Dia bilang ingin ketemu saya dan
akan datang ke Bandung. Saya sangat senang. Tapi dia tak pernah
datang..saya tidak tahu sebabnya. Mudah-mudahan dia baik-baik saja.
***
12
TAHUN BERALU SUDAH. APA KABAR BAILOUT IMF YANG 43 MILYAR DOLAR ITU?
SAMPAI DETIK INI, UANG ITU ENTAH DI MANA. ADA BEBERAPA PERCIK DICAIRKAN
TAHUN 1999-2000, TAK SAMPAI SEPEREMPATNYA. DAN TIDAK MENOLONG APA-APA.
YANG TERBUKTI BUKAN MENCAIRKAN DANA YANG DIJANJIKAN, TAPI MEMINTA
PEMERINTAH INDONESIA SUPAYA MENCABUT SUBSIDI BBM, SUBSIDI PANGAN,
SUBSIDI LISTRIK, YANG MEMBUAT RAKYAT INDONESIA TAMBAH MISKIN DAN
SENGSARA. ANEHNYA, SEMUA SARANNYA ITU DITURUT OLEH PEMERINTAH RENDAH
DIRI BIN INLANDER INI.
Yang paling dibutuhkan adalah menutupi
defisit anggaran. Untuk itulah dana pinjaman [bukan bantuan]
diperlukan. Namun IMF mengatasi defisit angaran dengan akal bulus:
mencabut semua subsidi untuk kebutuhan rakyat sehingga defisit
tertutupi, sehingga duit dia tetap utuh. Perkara rakyat ngamuk dan
makin sengsara, peduli amat.
Melengkapi akal bulusnya itu IMF meminta
pemerintah Indonesia menswastakan semua perusahaan negara, seperti
Bank Niaga, BCA, Telkom, Indosat.
Pernah IMF mengeluarkan
dana cadangan sebesar 9 milyar dolar. Tapi, seperti dikeluhkan Menteri
Ekonomi Kwik Kian Gie ketika itu, seperak pun dana itu tidak bisa
dipakai karena hanya berfungsi sebagai pengaman. Apa bedanya dengan
dana fiktif?
Lagi pula, kenapa ketika itu pemerintah Indonesia seperti tak punya cadangan otak, yang paling sederhana sekalipun.
KENAPA
MAU MELEPAS TIMTIM DENGAN IMBALAN UTANG? BUKANKAN SEMESTINYA
KOMPENSASI? ADAKAH DI DUNIA INI ORANG YANG HARTANYA DI BELI DENGAN
UTANG? NIH SAYA BAYAR BARANGMU. BARANGMU SAYA AMBIL, TAPI KAU HARUS
TETAP MENGEMBALIKAN UANG ITU. BUKANKAH INI SAMA PERSIS DENGAN MEMBERI
GRATIS? DAN DALAM KASUS INI, YANG DIKASIH ADALAH NEGARA? YA, INDONESIA
MEMBERI NEGARA KEPADA IMF SECARA CUMA-CUMA.
Kalau saya jadi
wakil pemerintah Indonesia waktu itu, saya akan menawarkan ‘deal’ yang
paling masuk akal: “Baik, Timor Timur kami lepas tanpa syarat. Ganti
saja dana yang sudah kami keluarkan untuk membangun Timtim selama 24
tahun.” Dengan demikian, tidak ada utang piutang.
SAMPAI HARI
INI INDONESIA MASIH MENYICIL UTANG KEPADA IMF, UNTUK SESUATU YANG TAK
PERNAH IA DAPATKAN. SAYA HARAP GENERASI MUDA INDONESIA TIDAK SEBODOH
PARA PEMIMPIN SEKARANG.
Minggu, 29 Desember 2013
Sabtu, 28 Desember 2013
Ku Memanggilmu
Tinta telah kering
Namun tidak dengan rasa
Apa kau ragu dia tak mampu berbahasa melalui jiwa
Airmata….tinta…kertas adalah bejana
Namun bukan hanya dengan itu kau hanya bisa bersuara
Aku yakin ada
Ku memanggilmu tuk bernyawa
Walau aku hanya mendengar detak sa(ha)ja
…………..
Rhany,mks
12/12/13
Rindu
Rindu…
Rindu…
dan rindu
Tak seorangpun mampu membunuhnya
Tidak juga dirimu…
dirinya…
atau siapa
Tiada dosa dengan merindu
Semoga kau menikmati detik demi detik rasa itu
Rhany,mks
12/12/13
Dia PAsti Datang
Tiktok Tik-tok Tik Tok
Waktu terus berdentang
Akankah dia berhenti ....
Ku yakin
Dia pasti datang
Tiktok Tik-tok Tik Tok
Yang pergi berganti terlahir kembali
Awal dan akhir silih berganti
Terus....
Terus....
Dan terus bergulir
Rhany,mks
18/12/13
Dosakah...?
Dengan apa ku ganti tawaku dengan tangisan
Bagaimana ku pulangkan bahagiaku pada kesedihan
Di manakah ku simpan rasaku yang tak terhalang
Bila yang ku lakukan ini dosa....
Maka do'akan aku bahagia
Karena.....
Rasaku
Rasamu
Serupa yang tak pernah sama
rhany,mks
18/12/13 rev 22/12/13
Bagaimana ku pulangkan bahagiaku pada kesedihan
Di manakah ku simpan rasaku yang tak terhalang
Bila yang ku lakukan ini dosa....
Maka do'akan aku bahagia
Karena.....
Rasaku
Rasamu
Serupa yang tak pernah sama
rhany,mks
18/12/13 rev 22/12/13
Untukmu yang Tenggelam dalam Pilu
Seharusnya.....
Kau genggam pelangi itu disaat bias cahaya mentari akan merenggutnya darimu
Bukan hanya sekali
Namun terus....
Dan terus jangan kau ingkari
Seharusnya....
Tak hanya kau eja nama itu dalam heningnya malam bersama desahan sang bayu
Namun....
Semat dan tulis dalam bingkai prasasti hati dan letakkan dalam ruang tersendiri
Seharusnya....
Penantianmu menjadikan rindu terindah dan sakit yang menggenang
Bagi hatimu saat ini
Pun akan datang
Dan seharusnya.....
Semua tetaplah menjadi kenangan diantara sekian masa perjalanan hidup
Tuk
menjadikanmu lebih mencintai cinta
Rhany,mks
24/12/13
Kau genggam pelangi itu disaat bias cahaya mentari akan merenggutnya darimu
Bukan hanya sekali
Namun terus....
Dan terus jangan kau ingkari
Seharusnya....
Tak hanya kau eja nama itu dalam heningnya malam bersama desahan sang bayu
Namun....
Semat dan tulis dalam bingkai prasasti hati dan letakkan dalam ruang tersendiri
Seharusnya....
Penantianmu menjadikan rindu terindah dan sakit yang menggenang
Bagi hatimu saat ini
Pun akan datang
Dan seharusnya.....
Semua tetaplah menjadi kenangan diantara sekian masa perjalanan hidup
Rhany,mks
24/12/13
Jumat, 27 Desember 2013
Cinta Dalam Rindu (2008)
diantara sedih dan tangismu
doa tulus melantun pilu
bahagia akan menyambutmu
jika kau mau sabar menunggu
rindu dan cinta bersemayam dihati
semua itu tak akan pernah mati
bila dirimu bisa tetap berdiri
yakinkan diri kau tiada sendiri
disana dia pun sedih melihatmu
yang tak ikhlas melepas rindu
dan selalu dirundung pilu
bangkit....semangatlah....demi dia yang kau tunggu
rhany,mks
2008
doa tulus melantun pilu
bahagia akan menyambutmu
jika kau mau sabar menunggu
rindu dan cinta bersemayam dihati
semua itu tak akan pernah mati
bila dirimu bisa tetap berdiri
yakinkan diri kau tiada sendiri
disana dia pun sedih melihatmu
yang tak ikhlas melepas rindu
dan selalu dirundung pilu
bangkit....semangatlah....demi dia yang kau tunggu
rhany,mks
2008
Taman Persajakan (2008)
Taman persajakanku penuh….
Hujatan
Makian
Penghapusan
Konspirasi edan
Dimana lagi rasa…
Cinta
Damai
Sayang
Persahabatan
rhany,mks
16/09/08 ; 12.42
Hujatan
Makian
Penghapusan
Konspirasi edan
Dimana lagi rasa…
Cinta
Damai
Sayang
Persahabatan
rhany,mks
16/09/08 ; 12.42
Y!A Rumah kita (2008)
Rumah ini rumah kita
Tempat kita berbagi suka duka
Menumpahkan asa dan cerita
Berbagi kisah dalam rasa
Rumah ini rumah kami
Segala sesuatu tertuang disini
Melihat dunia disegala sisi
Merasakan segala hal bisa terjadi
Aku lahir dirumah ini
Aku dewasa dan besar disini
Dan ku ingin tetap disini
Hingga aku benar-benar mati
rhany,mks
(16/04/08)
Tempat kita berbagi suka duka
Menumpahkan asa dan cerita
Berbagi kisah dalam rasa
Rumah ini rumah kami
Segala sesuatu tertuang disini
Melihat dunia disegala sisi
Merasakan segala hal bisa terjadi
Aku lahir dirumah ini
Aku dewasa dan besar disini
Dan ku ingin tetap disini
Hingga aku benar-benar mati
rhany,mks
(16/04/08)
Aku Tahu (2008)
Kau menemaniku....aku tahu
Kau menjagaku.......aku tahu
Kau mencintaiku.....aku tahu
Kau menungguku…akupun tahu
Walau kau tak disisi
Ku tahu kau menemani
Meskipun dirimu beradu dengan waktu
Ku tahu kau setia menungguku
Rasa sayang,cinta dan rinduku
Meskipun terhalang ruang dan waktu
Walaupun kita tak bertemu
Ku tahu kau tetap menemaniku
rhany,mks
15/04/08
Kau menjagaku.......aku tahu
Kau mencintaiku.....aku tahu
Kau menungguku…akupun tahu
Walau kau tak disisi
Ku tahu kau menemani
Meskipun dirimu beradu dengan waktu
Ku tahu kau setia menungguku
Rasa sayang,cinta dan rinduku
Meskipun terhalang ruang dan waktu
Walaupun kita tak bertemu
Ku tahu kau tetap menemaniku
rhany,mks
15/04/08
Tanda Tanya
mengapa aku mengenal kebencian
sedangkan aku memiliki cinta
kenapa ku dipertemukan dengan kecurigaan
bila aku dituntut memberikan kedamaian
aku berharap ini bukanlah permainan
dimana aku sebagai boneka tunggal
#apapunitumemilikiarti
01:14,mks
27/12/13
rhany
Kamis, 26 Desember 2013
KATA (2008)
Kata sebagian dari jiwa
Merangkai kata tiada salah
Walau dunia hanya mencerca
Menambah kelam jiwa patah
Merayulah selagi kau mampu
Mengadulah selama kau butuh
Terluka adalah penyemangat untuk maju
Cobalah......keluarkan semua keberanianmu
Jangan takut untuk berkata
Jangan bimbang didunia maya
Teruslah semangat untuk berkelana
Yakinlah kau pasti bisa
rhany,mks
(11/04/08)
Merangkai kata tiada salah
Walau dunia hanya mencerca
Menambah kelam jiwa patah
Merayulah selagi kau mampu
Mengadulah selama kau butuh
Terluka adalah penyemangat untuk maju
Cobalah......keluarkan semua keberanianmu
Jangan takut untuk berkata
Jangan bimbang didunia maya
Teruslah semangat untuk berkelana
Yakinlah kau pasti bisa
rhany,mks
(11/04/08)
"HAPPY BIRTHDAY MANIZKU" (2008)
Hallo Maniz…..
Tak Terasa Usiamu Tlah Bertambah
Tak Terasa Kaupun Semakin Dewasa
Semoga Di Hari Yang Indah Ini Kau Lebih Bahagia
Di Saat ini…….
Do’a Apa Yang Kau Panjatkan….?
Hal-hal Apa Yang Kau Harapkan……?
Dan Perasaan Bagaimana Yang Kau Inginkan……?
Dalam Perenungan & Introspeksi Diri Yang Telah Kau Lakukan
Semoga Allah SWT Mendengar Dan Mengabulkan…..!
Selamat Ulang Tahun Maniz…..
Semoga Di Usiamu yang Semakin Bertambah
Dalam Segala Hal Kaupun Semakin Dewasa
Dalam Menggapai Segala harapan, Cita & Cinta….
02/05/08
Beauty rhany
Tak Terasa Usiamu Tlah Bertambah
Tak Terasa Kaupun Semakin Dewasa
Semoga Di Hari Yang Indah Ini Kau Lebih Bahagia
Di Saat ini…….
Do’a Apa Yang Kau Panjatkan….?
Hal-hal Apa Yang Kau Harapkan……?
Dan Perasaan Bagaimana Yang Kau Inginkan……?
Dalam Perenungan & Introspeksi Diri Yang Telah Kau Lakukan
Semoga Allah SWT Mendengar Dan Mengabulkan…..!
Selamat Ulang Tahun Maniz…..
Semoga Di Usiamu yang Semakin Bertambah
Dalam Segala Hal Kaupun Semakin Dewasa
Dalam Menggapai Segala harapan, Cita & Cinta….
02/05/08
Beauty rhany
Congratulation (2008)
hari yang ditunggu telah tiba
saat kau menyandang predikat sarjana
walau dilalui dengan tiada mudah
tapi kepuasan tersendiri tetaplah ada
kini....
saatnya meninggalkanku telah tiba
meninggalkan semua aktifitas yang ada
mengisahkan kenangan-kenangan indah
dan melangkah demi harapan dan cita-cita
selamat jalan wahai kakandaku
melangkahlah kekehidupan yang lebih maju
harapanku kau tetap adanya dirimu
dalam suasana dan kehidupan baru
ku pinta kau ingat harapanku
untuk tidak melupakan diriku
biarkan bayanganku berada di kehidupanmu
sampai waktu membawaku bersamamu
sekali lagi....
ku ucapkan selamat untukmu.....
rhany,
mksr 24/04/08
saat kau menyandang predikat sarjana
walau dilalui dengan tiada mudah
tapi kepuasan tersendiri tetaplah ada
kini....
saatnya meninggalkanku telah tiba
meninggalkan semua aktifitas yang ada
mengisahkan kenangan-kenangan indah
dan melangkah demi harapan dan cita-cita
selamat jalan wahai kakandaku
melangkahlah kekehidupan yang lebih maju
harapanku kau tetap adanya dirimu
dalam suasana dan kehidupan baru
ku pinta kau ingat harapanku
untuk tidak melupakan diriku
biarkan bayanganku berada di kehidupanmu
sampai waktu membawaku bersamamu
sekali lagi....
ku ucapkan selamat untukmu.....
rhany,
mksr 24/04/08
"Tatapan Cinta"
Pernahkah kita menatap orang-orang terdekat kita saat ia tidur? kalau
belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu
yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari
seseorang.
Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika tidur, sudah tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayahanda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya.Beliaulah yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika tidur, sudah tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayahanda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya.Beliaulah yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, beralihlah ke
ibunda.Hmm....kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai
tubuh bayi kita itu kini kasar karena terpaan hidup yang keras.
Beliaulah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Yang paling rajin
mengingatkan dan mengomelin kita, semata-mata karena rasa kasih dan
sayangnya dan itu sering kita salah artikan.
Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu....ayah, ibu, suami, istri, kakak, adik, anak, sahabat...Semuanya orang-orang tercinta. Rasakan energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu. Rasakan getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan kita. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.
Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu....ayah, ibu, suami, istri, kakak, adik, anak, sahabat...Semuanya orang-orang tercinta. Rasakan energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu. Rasakan getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan kita. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.
Secara
ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui
wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang
melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika
tidur pun mengungkapkan segalanya, tanpa kata, tanpa suara dia berkata :
" Betapa lelahnya aku hari ini" dan menyebab lelah itu ?.....juga untuk
siapa dia berlelah-lelah?
Tak lain adalah suami yang bekerja keras mencari nafkah dan istri yang bekerja mengurus, mendidik juga mengurus rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.
Renungan untuk kita semua.....
Resapilah kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah - wajah mereka...rasakan betapa kebahagian dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua....bayangkan apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orang terkasih itu tak membuka matanya...selamanya!"
Tak lain adalah suami yang bekerja keras mencari nafkah dan istri yang bekerja mengurus, mendidik juga mengurus rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.
Renungan untuk kita semua.....
Resapilah kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah - wajah mereka...rasakan betapa kebahagian dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua....bayangkan apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orang terkasih itu tak membuka matanya...selamanya!"
Selamat Untukmu Resa (2007)
hari ini...
bertambah sudah hikmah dan rahmat yang kau terima
dan hari ini....
berkurang pula waktu menambah amal ibadah
sebelum masa berakhir tiba
selamat....
semoga asa,cita dan cinta segera tercapai
dan semua hal itu...
tidak menjadikanmu buta dan tuli
atas segala rasa yang ada
karena masih panjang dan terjal
perjalanan didepanmu
perjalanan yang sewaktu-waktu
dapat merubah dirimu
Happy birthday friend
although I am [there] no beside.
be confidence that prayer, love and darling there will be to you.
and don't have forgotten I.
resa.....
hopefully our friendship [is] endless.
hopefully you progressively adult, beautiful and more and more the success of world and akherat...amin
Rhany
2007
bertambah sudah hikmah dan rahmat yang kau terima
dan hari ini....
berkurang pula waktu menambah amal ibadah
sebelum masa berakhir tiba
selamat....
semoga asa,cita dan cinta segera tercapai
dan semua hal itu...
tidak menjadikanmu buta dan tuli
atas segala rasa yang ada
karena masih panjang dan terjal
perjalanan didepanmu
perjalanan yang sewaktu-waktu
dapat merubah dirimu
Happy birthday friend
although I am [there] no beside.
be confidence that prayer, love and darling there will be to you.
and don't have forgotten I.
resa.....
hopefully our friendship [is] endless.
hopefully you progressively adult, beautiful and more and more the success of world and akherat...amin
Rhany
2007
Aku masih mencarimu
aku masih mencarimu
ditemani bayu memanggul rindu
dan selaksa memori menggelayut pilu
mengapa hanya kau yang bercahaya
apakah itu bias warna
atau hanya pantulan mata
hingga
ku dengar deru ombak memburu
dan ku lihat
hanya awan dan awan
tak kujumpai lautan
entah dia bersembunyi
atau menghilang
aku masih mencarimu
ditemani bayu memanggul rindu
dan selaksa memori menggelayut pilu
........
rhany,mks
14/03/13 rev 15/12/13
ditemani bayu memanggul rindu
dan selaksa memori menggelayut pilu
mengapa hanya kau yang bercahaya
apakah itu bias warna
atau hanya pantulan mata
hingga
ku dengar deru ombak memburu
dan ku lihat
hanya awan dan awan
tak kujumpai lautan
entah dia bersembunyi
atau menghilang
aku masih mencarimu
ditemani bayu memanggul rindu
dan selaksa memori menggelayut pilu
........
rhany,mks
14/03/13 rev 15/12/13
menguntai rasa
Rasa tak berujung
Cinta tak bertepi
Pasrah pada ikatan bayu
Bercerita sekumpulan debu
Dan menitiklah airmata ombak yang membisu
Rhany,mks
24/10/13
Cinta tak bertepi
Pasrah pada ikatan bayu
Bercerita sekumpulan debu
Dan menitiklah airmata ombak yang membisu
Rhany,mks
24/10/13
Menyatukan Satu
Satu
Satu
Satu
Tidak terpaut
Satu, satu, satu
Tidak bernilai
Satu…satu…satu
Mengapa tetap ku paksa
Ya
……
Ku amin kan
Rhany,mks
06/10/13
Satu
Satu
Tidak terpaut
Satu, satu, satu
Tidak bernilai
Satu…satu…satu
Mengapa tetap ku paksa
Ya
……
Ku amin kan
Rhany,mks
06/10/13
Apa kau bisa merasakan....
Nyeri ini menutupi pahit
Ku sudahi
Ku selesaikan
Sampai
……
Di sini
Rhany,mks
04/09/13
Ku sudahi
Ku selesaikan
Sampai
……
Di sini
Rhany,mks
04/09/13
Pesta Pora Para Kurawa
Wahai para raja diraja
Bertahta di singgasana malapetaka
Menyerukan pesta pora bratayuda
kau hidangkan di meja bertahta berlian
terbungkus tudung saji sutra
dan di jamu dalam piring emas
itu bangkai kami yang kau makan
walau kau berteriak…..
aku mau yang paling enak
kualitas wahid tanpa cacat
yang termahal dan bebas kuman
tetaplah…
itu bangkai kami yang kau makan
selamat…..
kau bahagia bermandi darah
bergembira dalam tumpukan air mata
rhany,mks
29/09/13
Bertahta di singgasana malapetaka
Menyerukan pesta pora bratayuda
kau hidangkan di meja bertahta berlian
terbungkus tudung saji sutra
dan di jamu dalam piring emas
itu bangkai kami yang kau makan
walau kau berteriak…..
aku mau yang paling enak
kualitas wahid tanpa cacat
yang termahal dan bebas kuman
tetaplah…
itu bangkai kami yang kau makan
selamat…..
kau bahagia bermandi darah
bergembira dalam tumpukan air mata
rhany,mks
29/09/13
Ku.......
Ku tak ingin berhayal.....
Waktu berputar kembali ke masa lalu
Dan ubah diri menjadi yang ku mau
Ku selalu berharap.....
Tak menyesal dengan segala keadaan
Terus melangkah dan berjalan
Ku ingin nyata.....
Menjadi lebih baik walau tak sempurna
Memberi hal indah bagi semua yang tercinta
rhany,mks
21/09/13 rev 29/09/13
Waktu berputar kembali ke masa lalu
Dan ubah diri menjadi yang ku mau
Ku selalu berharap.....
Tak menyesal dengan segala keadaan
Terus melangkah dan berjalan
Ku ingin nyata.....
Menjadi lebih baik walau tak sempurna
Memberi hal indah bagi semua yang tercinta
rhany,mks
21/09/13 rev 29/09/13
Mencoba dari Nol.....
ku mulai dengan ragu
apakah aku mampu
entahlah....
ya...
mengapa tidak ku awali saja
dengan .
hai.....
ada yang mengikuti,
memang sih....
terlihat samar
namun
ku yakin
ku tak akan sendiri
kau....
ya, kau.....
kau siapa
sudahlah....
yang penting ku tak sendiri lagi
ada kau yang menemani
rhany,mks
27/09/13
apakah aku mampu
entahlah....
ya...
mengapa tidak ku awali saja
dengan .
hai.....
ada yang mengikuti,
memang sih....
terlihat samar
namun
ku yakin
ku tak akan sendiri
kau....
ya, kau.....
kau siapa
sudahlah....
yang penting ku tak sendiri lagi
ada kau yang menemani
rhany,mks
27/09/13
Aku dan Dirimu...
aku....
apakah kau tak mengenalku
dengan mencari keberadaanku
tidak perlu berubah untuk menjadi aku
cukup menjalani sebagaimana mestinya dirimu
tidak berpura-pura karenaku
mengacuhkan kelebihan diriku
atau menyanjung kekuranganku
aku....
aku tetaplah aku
tak berubah menjadi dirimu
atau menjadi mereka
rhany,mks
26/09/13
apakah kau tak mengenalku
dengan mencari keberadaanku
tidak perlu berubah untuk menjadi aku
cukup menjalani sebagaimana mestinya dirimu
tidak berpura-pura karenaku
mengacuhkan kelebihan diriku
atau menyanjung kekuranganku
aku....
aku tetaplah aku
tak berubah menjadi dirimu
atau menjadi mereka
rhany,mks
26/09/13
aku masih mencarimu (2013)
aku masih mencarimu
ditemani bayu memanggul rindu
dan selaksa memori menggelayut pilu
mengapa hanya kau yang bercahaya
apakah itu bias warna
atau hanya pantulan mata
hingga
ku dengar deru ombak di awan
namun yang ku lihat
hanya awan dan awan
tak kujumpai lautan
entah dia bersembunyi
atau menghilang
aku masih mencarimu
ditemani bayu memanggul rindu
dan selaksa memori menggelayut pilu
........
rhany,mks
14/03/13
ditemani bayu memanggul rindu
dan selaksa memori menggelayut pilu
mengapa hanya kau yang bercahaya
apakah itu bias warna
atau hanya pantulan mata
hingga
ku dengar deru ombak di awan
namun yang ku lihat
hanya awan dan awan
tak kujumpai lautan
entah dia bersembunyi
atau menghilang
aku masih mencarimu
ditemani bayu memanggul rindu
dan selaksa memori menggelayut pilu
........
rhany,mks
14/03/13
permainan rasa (2010)
Wahai rasa....
Tetaplah bersamaku
Bermain dan bercanda
Berkelahi dan bertukar amarah
Duhai rasa....
Jangan pernah tinggalkan diriku
Jangan pernah kau selingkuh dari hatiku
Atau membunuhku dari dirimu
Berawal dari rasa…
Ingin ku tuang dalam kata yang bermakna
Sehingga tegukkannya dapat menyegarkan jiwa
Dan melepaskan dahaga raga
Rhany mks,
08/01/10
Tetaplah bersamaku
Bermain dan bercanda
Berkelahi dan bertukar amarah
Duhai rasa....
Jangan pernah tinggalkan diriku
Jangan pernah kau selingkuh dari hatiku
Atau membunuhku dari dirimu
Berawal dari rasa…
Ingin ku tuang dalam kata yang bermakna
Sehingga tegukkannya dapat menyegarkan jiwa
Dan melepaskan dahaga raga
Rhany mks,
08/01/10
Waktu... (2009)
adakah yang bisa menghentikannya
mampukah kita menghalangi lajunya
karena...
dia akan tetap melangkah
dia tetap berirama
sampai pemiliknya meniadakannya
rhany mks, 11/10/09
mampukah kita menghalangi lajunya
karena...
dia akan tetap melangkah
dia tetap berirama
sampai pemiliknya meniadakannya
rhany mks, 11/10/09
Jeritan Sang Dewi Cinta (2009)
Inilah nasib sang dewi cinta
Harus menjerit tuk kesekian kalinya
Demi cinta
Karena cinta
Cinta…
Dan cinta
Hati beku
Rasa membiru
Semua bisu
Dalam gelap hati yang pilu
Bilaku bermain rasa
Saatku menggoda cipta
Kulakukan karena cinta
Cinta….
Cinta yang menjadikanku gila
Gila……
Gila tuk menjeratmu
Gila tuk mempermainkanmu
Gila tuk menyakitimu
Gilaa….
Cintaa…
Gilaa…..
Jeritku tak bernyawa
Jeritku tiada terasa
Rhany,mks
13/08/09
Harus menjerit tuk kesekian kalinya
Demi cinta
Karena cinta
Cinta…
Dan cinta
Hati beku
Rasa membiru
Semua bisu
Dalam gelap hati yang pilu
Bilaku bermain rasa
Saatku menggoda cipta
Kulakukan karena cinta
Cinta….
Cinta yang menjadikanku gila
Gila……
Gila tuk menjeratmu
Gila tuk mempermainkanmu
Gila tuk menyakitimu
Gilaa….
Cintaa…
Gilaa…..
Jeritku tak bernyawa
Jeritku tiada terasa
Rhany,mks
13/08/09
Segala Sesuatu Adalah Petunjuk-Mu (2009)
Alif La Mim...
awal dan akhir adalah kehendak-Mu
Apapun yang tiada ku tahu adalah rahasia-Mu
Segala sesuatu adalah petunjuk-Mu
Ya Allah....
atas kalam-Mu aku mencari-Mu
dengan imanku aku menuju-Mu
bimbinglah aku dengan segala kekuranganku
hingga kurasakan cinta hakiki dari-Mu
rhany,mks
24/04/09
awal dan akhir adalah kehendak-Mu
Apapun yang tiada ku tahu adalah rahasia-Mu
Segala sesuatu adalah petunjuk-Mu
Ya Allah....
atas kalam-Mu aku mencari-Mu
dengan imanku aku menuju-Mu
bimbinglah aku dengan segala kekuranganku
hingga kurasakan cinta hakiki dari-Mu
rhany,mks
24/04/09
Cinta II (2006)
Terima kasih atas segala cinta yang kurasa
Terima kasih atas segala cinta yang membuatku lebih dewasa
Dari segala jenis cinta
Dari sebesar dan seluas apapun cinta
Cinta “Sang Khalik”lah yang paling sempurna
Sekali kita mencintai-Nya
Selamanya “Ia” mencintai kita
Walaupun kita selingkuh dari cinta-Nya
Walaupun kita melupakan-Nya
Ia tetap mencintai dan menjaga kita
Bentuk dan cinta “Sang Khalik” sangatlah sempurna
Ia tak pernah menyakiti dan melukai
Ia tak pernah mengharapkan imbalan
Ia mencintai dengan hati
Dan Ia mencintai melihat dari hati
Dan bila “Sang Khalik” mengizinkan aku untuk selingkuh dari cinta-Nya
Ku ingin Ia yang menunjukkan seseorang yang dapat kucintai
Karena kutahu Ia begitu mencintaiku
Dan apa yang dipilih oleh-Nya adalah yang terbaik untukku
Dan pilihan-Nya mengerti jika aku lebih mencintai cinta pertamaku
Dan seseorang itupun harus bisa untuk mencintai-Mu
Lebih besar dari rasa cintaku pada-Mu
Rhany, mks
03/02/06
Cinta I (2006)
Cinta adalah suatu misteri
Cinta adalah bentuk dari suatu rasa
Cinta bagaikan udara
Yang tak dapat dilihat,raba dan didengar
Namun hanya dapat dirasakan saja
Cinta itu indah
Cinta itu sejati
Cinta itu anugerah
Namun sebesar apa cinta kita terhadap sesama
Sebesar apa cinta kita terhadap lawan jenis
Dan sebesar apa cinta kita terhadap yang menciptakan kita
Cinta membuat kita tertawa dan gembira
Cinta membuat kita menangis dan merana
Seindah apakah bentuk cinta itu
Sebesar apa cinta mereka terhadap kita
Bila dibandingkan cinta “Sang Khalik” terhadap kita
Rhany, mks
03/02/06
"Main Hati" (2008)
Seribu rasa terhempas….
Indah
Suka
Takut
Marah
Cemburu
seribu rasa terhempas.......
Diantara bayang cadas
Membentuk sketsa samar
Ditaman penuh semak belukar
Tebar sayang
Sembunyikan cinta
Diantara kupu2 dan bunga
aku terlalu dalam menyelam
mencari permata berduri
diantara mutiara disisi bumi
rhany,mks
30/11/08
Indah
Suka
Takut
Marah
Cemburu
seribu rasa terhempas.......
Diantara bayang cadas
Membentuk sketsa samar
Ditaman penuh semak belukar
Tebar sayang
Sembunyikan cinta
Diantara kupu2 dan bunga
aku terlalu dalam menyelam
mencari permata berduri
diantara mutiara disisi bumi
rhany,mks
30/11/08
"Tanpa Kepastian" (2008)
Ketika cinta dibutakan nafsu dan jabatan
Adakah aku diperbudak kesetiaan
Menjadikan pengorbanan tak berkesudahan
Hingga tanya panjang tak terjawabkan
Asa menghampiri ajak ku berdansa
Saat kau lagukan cinta tanpa kepastian
Hingga tanya hanya sebatas harapan
Dan kau diam tanpa bisa berkata
rhany,mks
01/05/08
Adakah aku diperbudak kesetiaan
Menjadikan pengorbanan tak berkesudahan
Hingga tanya panjang tak terjawabkan
Asa menghampiri ajak ku berdansa
Saat kau lagukan cinta tanpa kepastian
Hingga tanya hanya sebatas harapan
Dan kau diam tanpa bisa berkata
rhany,mks
01/05/08
"Untuk Yang Selalu Dirundung Duka" (2008)
Aku ingin dirimu yang dulu……cinta
Yang selalu ceria dan bahagia
Selalu ada senyum dan canda
Tak peduli ada badai atau gempa
Kau selalu membawa angin suka cita
Mengapa tak kau bagi lukamu
Hingga berkurang beban dan penatmu
Atau dirimu tak mempercayaiku
Bahwa selama ini aku menyayangimu
Dan bersedih atas segala deritamu
Cinta…
Dia mampu membalikkan dunia
Namun bukan berarti menjadi musnah
Karena bukan hanya dari pandang mata
Manis dibibir merekah
Atau terdengar indah ditelinga
Cinta…
Bukan hanya milik
Seorang….
Sebuah…
Seikat…
Sebentuk….
Seekor….
Secuil…
Setetes….
Namun
Cinta itu milik…
Semua……
rhany,mks
17/11/08
Yang selalu ceria dan bahagia
Selalu ada senyum dan canda
Tak peduli ada badai atau gempa
Kau selalu membawa angin suka cita
Mengapa tak kau bagi lukamu
Hingga berkurang beban dan penatmu
Atau dirimu tak mempercayaiku
Bahwa selama ini aku menyayangimu
Dan bersedih atas segala deritamu
Cinta…
Dia mampu membalikkan dunia
Namun bukan berarti menjadi musnah
Karena bukan hanya dari pandang mata
Manis dibibir merekah
Atau terdengar indah ditelinga
Cinta…
Bukan hanya milik
Seorang….
Sebuah…
Seikat…
Sebentuk….
Seekor….
Secuil…
Setetes….
Namun
Cinta itu milik…
Semua……
rhany,mks
17/11/08
Congratulations 2 (2008)
Saat seminar kau berusaha tegar
Saat ujian meja kau tampak sabar
Walaupun seusai yudisium kau mengalirkan air mata
Namun ku tahu dan percaya…..
Air mata itu adalah air mata bahagia
Selamat sobat….
Selamat menyandang gelar sarjana
Selamat untuk bersaing di dunia yang berbeda
Walaupun ku tahu itu bukanlah hal yang mudah
Masyarakat menantimu
Negara membutuhkanmu
Untuk kau mengaplikasikan segala ilmu
Dan buktikan padaku….
Ini adalah hal yang kau tunggu
Sobat…
Hidup di luar tidaklah mudah
Terjun ke masyarakat bukalah hal yang megah
Tapi keindahan pastilah tercipta
Meskipun dalam bentuk yang berbeda
Sobat….
Kenanglah kebersamaan kita
Ingatlah persahabatan kita
Ku tahu kita akan jarang berjumpa
Karena perbedaan ruang dan masa
Sobat….
Ingatlah….
Selamanya kita tetap sahabat
Rhany,mks
2000 revisi 27/10/08
Dalam Maya dan Nyataku (2008)
Dalam Maya dan Nyataku
Dari dunia maya aku mengenalmu
Dan...
Dalam dunia nyata ku ingin meminangmu
Dan itu bukanlah bualan
Karena cinta tak mengenal batasan
Duniaku hanya satu
Yaitu.....Kamu
Karena hanya kamu
Dalam maya dan nyataku
20/10/08
Dari dunia maya aku mengenalmu
Dan...
Dalam dunia nyata ku ingin meminangmu
Dan itu bukanlah bualan
Karena cinta tak mengenal batasan
Duniaku hanya satu
Yaitu.....Kamu
Karena hanya kamu
Dalam maya dan nyataku
20/10/08
Saat Kau Katakan....... (2008)
Saat Kau Katakan.......
jangan lagi ada derai airmata kepedihan
saat itu pula kau buat luka terdalam
hingga air mata kepedihan membuatku tenggelam
aku adalah mata untuk melihat sekitarmu
aku adalah kaki untuk menuju harapanmu
aku adalah tangan untuk menggenggam cita-citamu
aku adalah hati untuk segala rasamu
aku adalah dirimu
deritamu adalah sakitku
ceriamu adalah bahagiaku
hidupmu adalah semangatku
kuucapkan terima kasihku padamu
karena aku adalah dirimu
rhany,mks
21/07/08
jangan lagi ada derai airmata kepedihan
saat itu pula kau buat luka terdalam
hingga air mata kepedihan membuatku tenggelam
aku adalah mata untuk melihat sekitarmu
aku adalah kaki untuk menuju harapanmu
aku adalah tangan untuk menggenggam cita-citamu
aku adalah hati untuk segala rasamu
aku adalah dirimu
deritamu adalah sakitku
ceriamu adalah bahagiaku
hidupmu adalah semangatku
kuucapkan terima kasihku padamu
karena aku adalah dirimu
rhany,mks
21/07/08
Hymne Persahabatan (Puisi Kolaborasi) (2008)
Gemintang menaburkan buih cinta
Hingga terbentuk kekuatan hati
Kepalkan persahabatan tanpa kata
Bahagia kita dendangkan melodi (favo)
Dengan jabat yang pernah kau eratkan
Sudilah semaikan kasih dijengkal hatiku
Meski tak sua kita merajut cerita
Satukan persahabatan yang pernah melagu
Didadaku..
Sebagai hymne jiwa yang menderu kalbu (maniz)
Sekian senja kurakit bersama
Sebilah rumput kusemat selalu
Bersila antara dekap udara
Diantara riangnya arti bersatu (vals)
Andai bisa kau hitung bintang
Sebanyak itulah rasa cintaku
Tak akan goyah diterjang gelombang
Tetap kokoh dalam rasa menyatu (rhany)
Rerumputan ikut mengiringi canda
Bersama rasa kita kayuhkan cerita
Mega memberi harapan di angkasa
Abadilah persahabatan dalam KasihNya (cah@ijo)
11/11/08
Hingga terbentuk kekuatan hati
Kepalkan persahabatan tanpa kata
Bahagia kita dendangkan melodi (favo)
Dengan jabat yang pernah kau eratkan
Sudilah semaikan kasih dijengkal hatiku
Meski tak sua kita merajut cerita
Satukan persahabatan yang pernah melagu
Didadaku..
Sebagai hymne jiwa yang menderu kalbu (maniz)
Sekian senja kurakit bersama
Sebilah rumput kusemat selalu
Bersila antara dekap udara
Diantara riangnya arti bersatu (vals)
Andai bisa kau hitung bintang
Sebanyak itulah rasa cintaku
Tak akan goyah diterjang gelombang
Tetap kokoh dalam rasa menyatu (rhany)
Rerumputan ikut mengiringi canda
Bersama rasa kita kayuhkan cerita
Mega memberi harapan di angkasa
Abadilah persahabatan dalam KasihNya (cah@ijo)
11/11/08
Taman Persahabatan (2008)
Taman Persahabatan
Indahnya taman ini karenamu
Yang selalu memberikan irama
Semerbaknya baunya karena sentuhanmu
Yang tiada henti menabur nuansa
Untaian kata yang bermakna
Puisi persajakan yang menyapa
Dengan penuh canda dan cinta
Dalam wahana segala rasa
Terima kasih atas cintamu
Terima kasih atas kasihmu
Terima kasih atas rindumu
Karena kalian adalah sahabatku
Yang selalu memberikan irama
Semerbaknya baunya karena sentuhanmu
Yang tiada henti menabur nuansa
Untaian kata yang bermakna
Puisi persajakan yang menyapa
Dengan penuh canda dan cinta
Dalam wahana segala rasa
Terima kasih atas cintamu
Terima kasih atas kasihmu
Terima kasih atas rindumu
Karena kalian adalah sahabatku
rhany mks April 08
Terima Kasih Kami Para Anak Jalanan (2008)
Terima Kasih Kami Para Anak Jalanan
kak.....
terima kasih tuk perhatianmu
terima kasih tuk simpatimu
ku tahu....
kau ingin selalu berbagi kasih padaku
kau ingin kurangi deritaku
kak....
jangan tinggalkan aku
jangan lupakan aku
walau hanya sedikit waktu
untuk melihat dan menyapaku
kak.....
lelah dan derita tiada ku rasa
bila kau datang membawa cinta
sakit dan perih tiada ku peduli
bila kau masih mau memandang diri ini
kak...
terima kasih untuk sayang dan cintamu
terima kasih untuk semua bentuk perhatianmu
karena itulah semangat buatku
untuk tetap hidup dan terus maju
hingga nanti akupun bisa sepertimu
rhany,mks 29/04/08
terima kasih tuk perhatianmu
terima kasih tuk simpatimu
ku tahu....
kau ingin selalu berbagi kasih padaku
kau ingin kurangi deritaku
kak....
jangan tinggalkan aku
jangan lupakan aku
walau hanya sedikit waktu
untuk melihat dan menyapaku
kak.....
lelah dan derita tiada ku rasa
bila kau datang membawa cinta
sakit dan perih tiada ku peduli
bila kau masih mau memandang diri ini
kak...
terima kasih untuk sayang dan cintamu
terima kasih untuk semua bentuk perhatianmu
karena itulah semangat buatku
untuk tetap hidup dan terus maju
hingga nanti akupun bisa sepertimu
rhany,mks 29/04/08
SOSOK SANG BAYANG (2008)
Jalan gelap tak bertulang
Tersekap malam gelap memanjang
Terlihat tarian sesosok bayang
Menahan cahaya bulan bertandang
Hantu malam temani sang bayang
Menari sendiri ditepian jurang
Wajah muram melekat cemberut
Tontonkan tulang kulit keriput
Jemari tulang panjang berjajar
Layaknya jemari dahan-dahan mawar
Kaki kecil sang bayang bergetar
Menahan cercaan yang terpancar
Sang bayang korban kejamnya jaman
Menyudutkan dalam kesalahan palsu
Gantungkan jiwanya disudut kota miskin
Menyihirnya menjadi sahabat hantu
rhany, mksr (05/06/08)
Spesial thanks for : Val's atas ide dan segala bantuannya
Tersekap malam gelap memanjang
Terlihat tarian sesosok bayang
Menahan cahaya bulan bertandang
Hantu malam temani sang bayang
Menari sendiri ditepian jurang
Wajah muram melekat cemberut
Tontonkan tulang kulit keriput
Jemari tulang panjang berjajar
Layaknya jemari dahan-dahan mawar
Kaki kecil sang bayang bergetar
Menahan cercaan yang terpancar
Sang bayang korban kejamnya jaman
Menyudutkan dalam kesalahan palsu
Gantungkan jiwanya disudut kota miskin
Menyihirnya menjadi sahabat hantu
rhany, mksr (05/06/08)
Spesial thanks for : Val's atas ide dan segala bantuannya
KELEMAHANKU (2008)
Dalam kebesaran-Mu ku tak bisa berkata
Dalam keagungan-Mu ku berserah pasrah
Dalam karunia-Mu ku tumpahkan asa
Dalam rahmat-Mu ku tak memiliki amarah
Dihadapanmu ku bersimpuh luluh....
Ku bersyukur atas semua karuniamu....
Ku bertobat atas semua dosaku....
Ku berharap ridho-Mu untukku....
Ku mengadu bukan karena kecewa...
Ku berkeluh bukan karena marah....
namun karena ingin tumpahkan asa...
hanya pada-Mu ku bisa bercerita....
Ya Allah...
maafkan hambamu yang selalu mengadu....
karena hamba merasa tak mampu....
maafkan hambamu yang selalu bertanya....
karena Kau-lah maha segalanya....
Bersama jubah kusut tawakal-ku.....
Ku hanya berserah pada-Mu
rhany,mks 18/04/08
Dalam keagungan-Mu ku berserah pasrah
Dalam karunia-Mu ku tumpahkan asa
Dalam rahmat-Mu ku tak memiliki amarah
Dihadapanmu ku bersimpuh luluh....
Ku bersyukur atas semua karuniamu....
Ku bertobat atas semua dosaku....
Ku berharap ridho-Mu untukku....
Ku mengadu bukan karena kecewa...
Ku berkeluh bukan karena marah....
namun karena ingin tumpahkan asa...
hanya pada-Mu ku bisa bercerita....
Ya Allah...
maafkan hambamu yang selalu mengadu....
karena hamba merasa tak mampu....
maafkan hambamu yang selalu bertanya....
karena Kau-lah maha segalanya....
Bersama jubah kusut tawakal-ku.....
Ku hanya berserah pada-Mu
rhany,mks 18/04/08
KEBAHAGIAAN dan KEPEDIHAN (2006)
apabila ada seseorang yang bergembira saat ini
aku turut merasakan kebahagiannya
dan apabila ada yang berduka sekarang ini
akupun merasakan kepedihannya
kebahagiaan dan kepedihan
adalah bumbu kehidupan
kau tidak akan bahagia
bila tak merasakan kepedihan
kau tak tahu kepedihan
bila tak rasakan kebahagiaan
maka bersyukurlah karena bisa merasakan
Tuhan maha adil atas segala kehendak-Nya....
bila seseorang pergi maka akan ada pengganti
dan bila ditinggal mati maka akan ada yang lahir kembali
begitupun kepedihan dan kebahagiaan yang menghampiri
bukan hanya bagian dari mimpi
namun merupakan bentuk realiti
rhany,mks 2006
aku turut merasakan kebahagiannya
dan apabila ada yang berduka sekarang ini
akupun merasakan kepedihannya
kebahagiaan dan kepedihan
adalah bumbu kehidupan
kau tidak akan bahagia
bila tak merasakan kepedihan
kau tak tahu kepedihan
bila tak rasakan kebahagiaan
maka bersyukurlah karena bisa merasakan
Tuhan maha adil atas segala kehendak-Nya....
bila seseorang pergi maka akan ada pengganti
dan bila ditinggal mati maka akan ada yang lahir kembali
begitupun kepedihan dan kebahagiaan yang menghampiri
bukan hanya bagian dari mimpi
namun merupakan bentuk realiti
rhany,mks 2006
PERI TAK BERNURANI (2008)
Sapaan sadis laknat menghujat
Mengalir deras tanpa sekat
Pembenaran diri selalu mencuat
Membentengi hati yang telah cacat
Wahai setan berwajah peri
Terbuang kemana secuil nurani
Masih adakah sejumput hati
Di jiwa yang telah mati
rhany,mksr 13/04/08
Mengalir deras tanpa sekat
Pembenaran diri selalu mencuat
Membentengi hati yang telah cacat
Wahai setan berwajah peri
Terbuang kemana secuil nurani
Masih adakah sejumput hati
Di jiwa yang telah mati
rhany,mksr 13/04/08
Dunia Maya (2008)
Tiada yang salah dalam dunia maya....
Yang kadang menghentikan aliran darah dan deguban jantung.....
Tiada yang salah dalam dunia maya.....
Yang kadang membawa pikiran kepada hati dan menjadikannya melayang....
Karena itu adalah imajinasimu.....
Saat kau belum menemuinya....
Karena itu adalah khayalanmu...
Saat kau belum melihatnya.....
Kenali dia dalam dunia maya....
Dimana kau dapat berimajinasi....
Temui dia dalam dunia nyata....
Disaat kau sudah berhenti bermimpi...
Rhany
27/03/08
Yang kadang menghentikan aliran darah dan deguban jantung.....
Tiada yang salah dalam dunia maya.....
Yang kadang membawa pikiran kepada hati dan menjadikannya melayang....
Karena itu adalah imajinasimu.....
Saat kau belum menemuinya....
Karena itu adalah khayalanmu...
Saat kau belum melihatnya.....
Kenali dia dalam dunia maya....
Dimana kau dapat berimajinasi....
Temui dia dalam dunia nyata....
Disaat kau sudah berhenti bermimpi...
Rhany
27/03/08
LELAH (2008)
Malam telah hadir menghampirimu
Membawamu kedalam dunia mimpimu
Mengarungi indahnya alam sadarmu
Hingga hilang lelah ragamu
Wahai dinda yang lara
Apa yang membuatmu sengsara
Mengapa dirimu tak berdaya
Dalam malampun masih terjaga
Pejamkanlah mata indahmu dinda
Bermainlah dengan segala rasa
Dalam mimpi yang tercipta
Penuh cinta kebahagian jiwa
Rhany,
28 maret 2008
Membawamu kedalam dunia mimpimu
Mengarungi indahnya alam sadarmu
Hingga hilang lelah ragamu
Wahai dinda yang lara
Apa yang membuatmu sengsara
Mengapa dirimu tak berdaya
Dalam malampun masih terjaga
Pejamkanlah mata indahmu dinda
Bermainlah dengan segala rasa
Dalam mimpi yang tercipta
Penuh cinta kebahagian jiwa
Rhany,
28 maret 2008
"PENGELANA" (2008)
wahai jiwa jiwa pengembara
yang hadir sebagai pengelana
mencari menebak misteri dunia
dalam tautan secercah cahaya
jangan pernah kau jera
karena jiwamu jiwa pengembara
jangan pernah kau gerah
hingga membuatmu merasa pasrah
rupa itu adalah rupamu
meskipun semua mata menatapmu
wajah itu adalah wajahmu
walau sedikit celah untukmu
raga itu amanat untukmu
nyawa itu hadiah bagimu
keelokan itu asesoris jasadmu
semua itu adalah dirimu
Rhany,mks
28/03/2008
yang hadir sebagai pengelana
mencari menebak misteri dunia
dalam tautan secercah cahaya
jangan pernah kau jera
karena jiwamu jiwa pengembara
jangan pernah kau gerah
hingga membuatmu merasa pasrah
rupa itu adalah rupamu
meskipun semua mata menatapmu
wajah itu adalah wajahmu
walau sedikit celah untukmu
raga itu amanat untukmu
nyawa itu hadiah bagimu
keelokan itu asesoris jasadmu
semua itu adalah dirimu
Rhany,mks
28/03/2008
FEBRUARI (2008)
Diantara 12 bulan dari Januari sampai Desember.....bulan Februari yang selalu membuat kesan
Dbulan itu aku & adikku berulangtahun, dbulan itu pula ayahku meninggal.....
Dan khusus dtahun ini.....pada bulan itu pula aku merasa sedih & bahagia......
Disaat aku mendapatkan sesuatu.....dsaat itu pula aku kehilangan sesuatu......
Dbulan itu aku & adikku berulangtahun, dbulan itu pula ayahku meninggal.....
Dan khusus dtahun ini.....pada bulan itu pula aku merasa sedih & bahagia......
Disaat aku mendapatkan sesuatu.....dsaat itu pula aku kehilangan sesuatu......
Aku Ingin Bahagia (2008)
Apa aku tidak boleh mencintai yang aku pilih
Apakah aku harus memberi alasan kenapa aku memilih dan mencintai
Apakah yang harus aku buktikan kalau aku benar-benar mencintai
Dan bagaimana cara aku untuk membuktikan kalau aku benar-benar mencintai
Masa tiada yang abadi
Begitu pula dengan diriku
Ku ingin sisa masa yang ada
Aku bisa bahagia
rhany,mks
11/02/08
11/02/08
DIA DI MATA AKU (2008)
Dia seorang eyang yang penyayang
Dia seorang bapak yang sabar....dan
Dia seorang pemimpin yang tegas dan bersahaja
Dimata aku.....
Dia salah satu orang didunia ini yang mampu merubah suatu negara
Dia salah satu orang yang tidak biasa
Banyak orang yang menghormatinya
Banyak orang yang mengaguminya
Banyak orang yang mengidolakannya
Dan adapula yang tidak menyukainya
Dia tetap manusia biasa....
yang mempunyai kekurangan, khilaf, salah dan dosa
Sama seperti kita semua
Dia mampu memimpin negara ini
Dia mampu merubah negara ini
Dia mampu membawa nama negara ini
Apakah sama seperti kita semua.........?
rhany,mks
28/ 01/2008
Dia seorang bapak yang sabar....dan
Dia seorang pemimpin yang tegas dan bersahaja
Dimata aku.....
Dia salah satu orang didunia ini yang mampu merubah suatu negara
Dia salah satu orang yang tidak biasa
Banyak orang yang menghormatinya
Banyak orang yang mengaguminya
Banyak orang yang mengidolakannya
Dan adapula yang tidak menyukainya
Dia tetap manusia biasa....
yang mempunyai kekurangan, khilaf, salah dan dosa
Sama seperti kita semua
Dia mampu memimpin negara ini
Dia mampu merubah negara ini
Dia mampu membawa nama negara ini
Apakah sama seperti kita semua.........?
rhany,mks
28/ 01/2008
MAAF (2007)
MAAF
WAKTU MENGALIR BAGAIKAN AIR
RAMADHAN NAN SUCI PUN TLAH BERAKHIR
ADA LUKA YANG MEREBAK
ADA KHILAF YANG SEMPAT TERBUAT
YA ALLAH......
AMPUNI DOSA-DOSA HAMBAMU INI
AYAH, BUNDA........
MAAFKAN SALAH & KHILAF ANANDA
TEMAN, SOBAT DAN HANDAI TAULANKU.......
MAAFIN CARA BECANDA YANG MENYAKITI HATIMU
BERIBU BAHKAN BERJUTA MAAF KUPINTA DARI SEMUANYA
ATAS SEGALA SALAH & KHILAF YANG KUPERBUAT
DAN DENGAN SEGALA KERENDAHAN & KETULUSAN HATI
AKU BERUCAP :
TAQABBALLAHU MINNA WAMINKUM
MINAL AIDHIN WAL FAIDHIN
MOHON MAAF LAHIR & BATHIN
SELAMAT IDHUL FITRI 1428 H
1 SYAWAL 1428 H (2007)
1 SYAWAL 1428 H
BEDUK TLAH BERTALUH..........
TAKBIR PUN BERKUMANDANG.........
ALLAHU AKBAR........
ALLAHU AKBAR........
ALLAHU AKBAR........
ALLAHU AKBAR WALILLAHILHAM........
AKU MENYEBUT NAMAMU YA.....ALLAH
AKU MENYEBUT ASMAMU
SUNGGUH.....
TIADA SUARA SEINDAH BEDUK
TIADA KATA SEMULYA TAKBIR
TIADA TERASA........
SYAWAL TLAH DATANG......
DAN RAMADHAN PUN BERLALU.....
SEMOGA AKU MASIH MENDAPAT RAMADHAN DAN SYAWAL MENDATANG......
14/09/2007 11:04:00 AM
MARHABAN YA RAMADHAN (2007)
MARHABAN YA RAMADHAN
Subhanallah........umurku mampu mencapai bulan iniAlhamdulillah.....aku bertemu lagi dengan Ramadhan
Alhamdulillah.....aku rasakan lagi nikmatnya berpuasa
Lailahailallah.......hanya Engkaulah ya Allah yang berkuasa atas segalanya
Allahu Akbar......segala puji bagimu ya Allah
Tak ada kata-kata yang mampu tergantikan
Atas besar yang melebihi dunia ini segala berkah dan nikmat yang telah Kau berikan
Melebihi luasnya lautan ini ampunan dan kasih-Mu yang Kau limpahkan
Marhaban ya Ramadhan.......
Marhaban bulan penuh berkah, rahmat, ampunan dan cinta........
Salah satu bulan yang selalu ditunggu dan dirindu........
rhany, mks
09/08/2007 10:00:00 AM
MERDEKA (2007)
62th sudah negeri kita bebas dari penjajah
penjajah negeri yang tentunya bukan dari anak negeri ini
penjajah negeri yang tentunya tidak memiliki hati nurani
tapi..........
apakah saat ini negeri kita benar-benar telah merdeka
apakah saat ini negeri kita benar-benar bebas dari penjajah
kita merdeka tetapi tetap menderita
kita tidak dijajah tetapi tetap tidak aman
padahal kita hidup di negeri yang telah merdeka
penjajahan itu masih ada
kemerdekaan itu tidak sepenuhnya nyata
dan semua itu adalah bentuk realita
realita dari wajah negeri yang merdeka
Rhany, mksr
21/08/2007
Langganan:
Postingan (Atom)





